Berita Hawzah – Teks pesan Pemimpin Revolusi Islam kepada umat Islam, yang dibacakan oleh Hujjatul Islam wal Muslimin Nawwab, wakil Wali Faqih dan pemimpin jamaah haji Iran di Padang Arafah, adalah sebagai berikut:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
“Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaik la syarika laka Labbaik, innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk.”
Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Segala puji, segala nikmat, seluruh kerajaan dan kekuasaan adalah dari-Mu dan milik-Mu.
Musim haji tahun ini kembali tiba. Para jamaah dari umat Islam mengenakan ihram penghambaan dan mengucapkan talbiyah agar mereka berhijrah dari kehidupan material dan biasa menuju kehidupan ilahi dan penuh kebahagiaan; kehidupan tauhid yang berporos pada penghambaan kepada Allah Yang Mahatinggi, serta penolakan, penafian, dan berlepas diri dari tandingan-tandingan Allah.
Namun kesempatan hijrah ini bukan hanya milik para peziarah dan jamaah haji tahun ini di Baitullah. Seluruh saudara dan saudari Muslim di Iran dan di seluruh dunia—baik mereka yang pada tahun-tahun sebelumnya telah menunaikan ibadah haji maupun mereka yang belum mendapat kesempatan berhaji—termasuk di dalamnya.
Syarat hijrah ini adalah mengenakan ihram abadi di sekitar zikir kepada Allah; thawaf abadi mengelilingi poros kebenaran; sa‘i yang terus-menerus di antara puncak-puncak berat tugas-tugas ilahi; melempar setan yang jahat secara terus-menerus beserta segala manifestasi tipu dayanya dan seluruh pengikutnya; wuquf yang dipenuhi perhatian dan ketundukan; memberi makan fakir miskin yang lemah dan musafir; mengorbankan hawa nafsu dan kecenderungan yang menyesatkan serta membersihkan kekotoran batin; dan dalam segala keadaan siap melayani serta mengibarkan panji pembelaan terhadap kebenaran.
Demikianlah bangsa Iran pada miqat Revolusi Islam melangkah di jalan hijrah ini, menjawab seruan Ibrahimiah Imam Khomeini yang agung, melepaskan pakaian ketundukan terhadap dominasi, mengenakan ihram kebahagiaan dunia dan akhirat, lalu dengan penuh semangat dan keteguhan berusaha bertawaf di sekitar ajaran Islam Muhammadi yang murni dan mendekatkan diri kepada cahaya keadilan universal dan wilayah agung. Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah wallahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd, Allahu Akbar ‘ala ma hadana.
Benar, Allah Maha Besar. Dengan senjata “Allahu Akbar” inilah bangsa Muslim Iran bangkit 47 tahun lalu, menggulingkan rezim tiran, diktator, dan bergantung pada asing dari dinasti Pahlavi, memotong tangan dan kaki Amerika yang tamak dan arogan dari negeri itu, serta memutus pengaruh Zionisme sepenuhnya.
Dengan senjata “Allahu Akbar” pula, setelah rezim Ba‘ats Saddam menyerang tanah Iran, para mujahid pemberani dan pemuda yang rela berkorban menciptakan epik pertahanan suci selama delapan tahun. Meskipun seluruh kekuatan Timur dan Barat mendukung rezim Ba‘ats, mereka berhasil menempatkannya kembali pada tempatnya. Keteguhan ini terus berlanjut selama bertahun-tahun menghadapi pengepungan ekonomi, kudeta, sanksi zalim, dan serangan politik, propaganda, serta ekonomi yang tak terhitung jumlahnya terhadap Republik Islam.
Allahu Akbar. Senjata “Allahu Akbar” inilah yang memperkokoh tali penghubung umat Islam dan para pemuda mujahid poros perlawanan dari Iran hingga Lebanon, Palestina, Irak, dan Suriah; dari Afrika dan Yaman hingga Afghanistan, Pakistan, dan seluruh bangsa merdeka di dunia. Tali yang kokoh ini bangkit membela eksistensi umat Islam melawan para penjajah Zionis, menghancurkan ISIS, memunculkan Badai Al-Aqsa, dan membuat napas rezim Zionis yang rapuh tinggal menghitung waktu.
Allahu Akbar. Ya, Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi lebih besar daripada apa pun yang dapat digambarkan. Dengan senjata “Allahu Akbar” inilah Republik Islam Iran, dengan bersandar kepadanya, berhasil membuat rezim Zionis tak berdaya dalam perang yang dipaksakan kedua pada Khordad 1404, memberikan tamparan keras kepada Amerika yang agresor, dan menggagalkan tujuan musuh untuk memaksa Iran menyerah.
Dan senjata “Allahu Akbar” telah memberikan kekuatan sedemikian rupa kepada bangsa Iran sehingga setelah peristiwa memilukan syahidnya pemimpin agung, putra sejati Rasulullah saw., Ayatullah Agung Sayyid Ali Husaini Khamenei—semoga Allah meninggikan kedudukannya—di tangan para penjahat dunia masa kini, bangsa ini mengalami kebangkitan ilahi dan dengan kehadiran menyeluruh di setiap medan yang diperlukan, membuat mata dunia terpaku pada berbagai prestasi mereka.
Sungguh, Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi lebih besar daripada apa yang dapat digambarkan. Dengan senjata “Allahu Akbar” inilah para pejuang gagah dan angkatan bersenjata yang rela berkorban di Iran Islam, bersama para mujahid poros perlawanan khususnya Lebanon tercinta, meraih kemenangan besar melawan dua pasukan teroris Amerika-Zionis yang dipersenjatai hingga ke gigi dalam perang yang dipaksakan ketiga. Dengan bertawakal kepada Tuhan dan melalui rudal serta drone mereka di darat, udara, dan laut, mereka melempari Setan Besar yakni Amerika dan hewan peliharaannya, rezim Zionis, serta menyaksikan dengan mata kepala sendiri janji Allah tentang pertolongan kepada para mujahid di jalan-Nya.
Sekali lagi Allahu Akbar. Tanpa ragu Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi lebih besar daripada apa pun yang dapat digambarkan dan bala tentara-Nya mengungguli setiap kekuatan. Dengan senjata “Allahu Akbar” inilah, setelah kebangkitan bangsa Iran dan poros perlawanan, kebangkitan umat Islam akan terjadi, dan sikap berlepas diri dari kaum musyrik akan meluas dari ritual melempar jumrah di haji ke seluruh arena kehidupan pribadi, sosial, dan politik kaum Muslim di berbagai penjuru dunia. Umat Islam dan bangsa-bangsa di kawasan memiliki banyak kapasitas dan kepentingan bersama yang akan membentuk tatanan baru dan geometri masa depan kawasan serta dunia.
Saya dengan tulus dan ikhlas mengajak seluruh negara dan pemerintahan Islam kepada persahabatan dan kerja sama dalam kebajikan, agar bersama-sama melangkah demi kemajuan umat Islam dan penyelesaian persoalan dunia Islam.
Yang pasti dalam hal ini adalah bahwa jarum waktu tidak akan bergerak mundur, dan bangsa-bangsa serta negeri-negeri kawasan tidak lagi akan menjadi perisai bagi pangkalan-pangkalan Amerika. Selain tidak lagi memiliki titik aman untuk melakukan kejahatan dan menempatkan pangkalan militernya di kawasan, Amerika dari hari ke hari semakin jauh dari posisi sebelumnya. Rezim Zionis yang rapuh dan bagaikan tumor kanker juga mendekati akhir umur terkutuknya dan, dengan izin Allah serta sesuai ucapan tegas dan visioner pemimpin syahid agung sepuluh tahun lalu, tidak akan melihat 25 tahun setelah tanggal tersebut, insya Allah.
Karena itu, tahun ini persoalan berlepas diri dari kaum musyrik memiliki arti yang berlipat ganda. Kedalaman dan keluasan sikap berlepas diri dari Amerika dan rezim Zionis melampaui ritual bara’ah pada musim dan miqat haji. Di berbagai titik di Iran dan dunia setelah hari-hari penuh berkah ini, slogan “Mati bagi Amerika” dan “Mati bagi Israel” akan menjadi slogan umum umat Islam dan kaum tertindas dunia, khususnya generasi muda.
Masa depan adalah milik umat Islam dan peradaban Islam baru. Masing-masing dari kita dapat memainkan peran sesuai tekad, kapasitas, dan tanggung jawab kita dalam mewujudkan masa depan ini dan mendekatkannya. Para jamaah haji Iran pada musim haji tahun ini memiliki peran efektif dan menonjol dalam menyampaikan kisah kemenangan perang yang dipaksakan ketiga kepada saudara-saudari Muslim lainnya dan menumbuhkan harapan mereka terhadap masa depan yang cerah.
Saya meminta seluruh jamaah haji yang mulia agar bersungguh-sungguh berdoa untuk percepatan kemunculan Sang Penyelamat umat manusia—semoga Allah menyegerakan kemunculannya—serta mendoakan persatuan umat Islam, pembebasan Palestina dan Masjid Al-Aqsa, terangkatnya kesulitan besar kaum Muslimin, dan tercapainya kemenangan akhir melawan arogansi global. Saya juga memohon agar mereka memasukkan saya dalam doa-doa kebaikan mereka.
Ya Tuhan kami, limpahkanlah salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan curahkanlah kasih sayang serta rahmat-Mu kepada para jamaah haji dan seluruh umat Islam. Anugerahkanlah kepada mereka haji yang diterima, terangilah hati mereka dengan cahaya makrifat dan ketajaman pandangan, serta teguhkan tekad mereka untuk bergerak di jalan perbaikan keadaan umat dan kemenangan akhir atas musuh-musuh Islam.
Ya Tuhan kami, limpahkanlah karunia dan rahmat-Mu yang luas kepada ruh suci para syuhada di jalan Allah, khususnya para syahid poros perlawanan dan di puncak mereka pemimpin agung yang syahid—semoga Allah meninggikan kedudukannya. Sampaikanlah pahala besar dari haji para jamaah, ibadah para ahli ibadah, dan usaha para pejuang yang mendapat petunjuk dan kepemimpinan dari pemimpin umat kepada ruh sucinya, serta bantulah bangsa Iran dan umat Islam dalam melanjutkan jalan dan tujuannya.
Ya Tuhan kami, limpahkanlah salawat dan penghormatan terbaik-Mu kepada junjungan dan pemimpin kami, Imam Mahdi yang dinanti—semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya dan kepada para leluhurnya yang suci—dan jadikanlah kami serta seluruh umat Islam termasuk dalam doa-doa sucinya yang mustajab. Terangilah dan hiasilah dunia dengan kedatangannya yang penuh berkah, sebagaimana yang telah Engkau janjikan, sedangkan hati kami penuh keyakinan terhadap janji yang pasti itu:
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh di antara kamu bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka; dan Dia benar-benar akan mengganti keadaan mereka sesudah ketakutan menjadi keamanan.”
Wassalamu ‘ala jami‘i ikhwaninal muslimin wa rahmatullahi wa barakatuh.
Dzulhijjah 1447 H
Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei
Komentar Anda